Headlines News :
Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Oksigen Ditemukan di Dione, Bulan Saturnus

Posted on 05 March 2012 | 8:54:00 PM

Oksigen Ditemukan di Dione, Bulan Saturnus Pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang mengitari Planet Saturnus telah mengidentifikasi lapisan atmosfer oksigen yang tipis pada cincin planet Dione, bulan Saturnus. Atmosfer Dione 5 triliun kali lebih padat dibandingkan dengan udara pada permukaan Bumi.

Atmosfer Dione dideteksi oleh pesawat ruang angkasa NASA, Cassini, yang melihat lapisan oksigen sangat tipis, setara dengan dengan kondisi 300 mil atau 480 km di atas bumi.

Bedanya, pada Dione, hanya ada satu ion oksigen dalam setiap 0,67 kubik inchi atau satu ion untuk setiap 11 kubik sentimeter di ruang angkasa. Ada perbedaan pendapat, ilmuwan yang tergabung dalam misi Cassini ini mengatkan bahwa jumlah tersebut belum cukup sebagai sebuah atmosfer.

"Kami saat ini mengetahui bahwa Dione, bulan Rhea merupakan sebuah sumber molekul oksigen," kata Robert Tokar, anggota Tim Cassini Laboratorium Los Alamos yang juga pemimpin studi di New Mexico dalam sebuah pernyataan.

"Ini menunjukkan bahwa molekul oksigen pada dasarnya umum dalam sistem Saturnus. Memperkuat dugaan bahwa ini terjadi dari sebuah proses yang tidak melibatkan kehidupan," tambahnya.

Oksigen di Dione kemungkinan berpotensi dihasilkan oleh fotosintesis matahari atau partikel berenergi tinggi yang membombardir permukaaan yang melindungi lapisan es bulan Saturnus itu. Tokar menjelaskan bahwa serangan tersebut melepaskan ion oksigen ke atmosfer. Kemungkinan lain, oksigen adalah hasil dari proses geologi.

Dione bukan satu-satunya bongkahan batu yang mengandung atmosfer di tata surya. Lapisan tebal atmosfer diketahui menyelubungi Bumi, Venus, dan Mars. Juga bulan terbesar dari Planet Saturnus, Titan.

Atmosfer tipis pada bulan Saturnus yang lain, Rhea, Dione, yang mirip juga terdeteksi oleh NASA pada 2010.

Temuan oksigen pada Dione, tak lantas membuat pendapat pada ilmuwan berubah. Mereka tetap yakin Dione tak punya daya dukung kehidupan. "Namun riset terbaru menunjukkan, Dione jauh lebih menarik dari yang sebelumnya kami pikirkan," kata Amanda Hendrix, Deputi Proyek Sains Cassini pada Jet Propulsion Laboratory NASA, Kalifornia. Amanda tidak ikut dalam studi Tokar.

"Ilmuwan kini menggali Dione melalui data Cassini untuk melihat lebih detail bulan ini," katanya.

Pejabat NASA menjelaskan Dione ditemukan pada 1684 oleh astronom Giovanni Cassini. Bulan ini dinamai sesuai Dewa Yunani, Dione. Penyair kuno Yunani, Homer menggambarkan Dione sebagai ibu dari Dewi Aphrodite.

Dione merupakan salah satu bulan terkecil Saturnus dengan luas 698 mil atau 1123 km. Dione mengorbit Saturnus setiap 2,7 hari pada jarak 234 ribu mil atau 377,4 ribu km. ukuran ini sama dengan bulan bumi.

NASA meluncurkan misi Cassini pada 1997 yang mengorbit Saturnus sejak Cassini mendatangi cincin planet terbesar tersebut pada 2004. Misi tersebut merupakan upaya kerjasama NASA dan agen ruang angkasa Eropa dan Italia. Kerjasama tersebut telah diperluas beberapa kali, terkahir sampai 2017.

Studi detail terkait hal ini akan dijelaskan pada Jurnal Geophysical Research. (vvn)

Lautan di Bulan Jupiter Mengandung Zat Asam

Lautan di Bulan Jupiter Mengandung Zat Asam Para peneliti mengatakan bahwa terdapat lautan di bawah permukaan bulannya Jupiter, Europa. Namun, lautan itu mengandung terlalu banyak zat asam yang tidak mendukung kehidupan.

Para ilmuwan meyakini bahwa Europa yang seukuran Bumi, memiliki sebuah lautan dengan kedalaman mencapai 100 mil atau 160 kilometer. Lautan itu ditumpangi oleh kerak es yang tidak diketahui ketebalannya, meski diperkirakan hanya beberapa mil saja.

Selama ini kehidupan di bumi dianggap ada, sejak ditemukan keberadaan air. Selama beberapa tahun ilmuwan telah mempertimbangkan gagasan bahwa bulan Jovian (yang mengorbit di Jupiter) dapat mendukung kehidupan di luar bumi.

Penemuan terakhir bahkan menunjukkan lautan dalam bulan tersebut terdapat oksigen yang cukup untuk mendukung jutaan ton kehidupan lautan, seperti jenis-jenis spesies yang pernah ada di bumi.

Para peneliti telah mengajukan misi untuk mendalami lapisan luar Europa untuk mencari kehidupan di dalam lautnya. Meski demikian, peneliti lain telah menunjukkan bahwa Europa dapat menyembunyikan fosil kehidupan laut tepat di permukaan untuk menemukan bagaimana air tampaknya secara teratur akan didorong dari bawah.

Namun, ahli kimia menemukan bahwa permukaan Europa kemungkinan beresiko membahayakan kehidupan yang ada. Matthew Pasek, seorang astrobiologis di University of South Florida, mengatakan tingkat keasaman yang dihasilkan di laut itu dapat membahayakan.

Senyawa Kimia Berbahaya

Senyawa tersebut yakni oksidan, yang mampu menerima elektron dari senyawa lain. Ini biasanya jarang terjadi di tata surya karena banyaknya bahan kimia yang dikenal sebagai reduktor, seperti hidrogen dan karbon, yang bereaksi cepat dengan oksidan untuk membentuk oksida seperti air dan karbondioksida.

Europa kebetulan penuh dengan oksidan yang kuat. Misalnya, oksigen dan hidrogen peroksida, yang diciptakan oleh radiasi dari kerak es dengan partikel berenergi tinggi dari Jupiter.

Oksidan memang menunjang kehidupan di lautan Europa. Namun, peneliti menambahkan, oksidan tersebut mungkin bereaksi dengan sulfida dan senyawa lain di laut sebelum kehidupan bisa menangkap itu, dan menghasilkan asam sulfat dan lainnya.

Jika ini telah terjadi selama hampir setengah umur keberadaan Europa, tidak hanya akan merampas penunjang kehidupan laut, tetapi bisa menjadi relatif korosif, dengan pH sekitar 2,6.

Tingkat keasaman akan menjadi tantangan yang penting bagi kehidupan, kecuali jika organisme mampu dengan cepat menyerap oksidan untuk memperbaiki keasaman. Ekosistem butuh berkembang untuk menghadapai keasaman ini, yakni sekitar 50 juta tahun.

Mikroba Asam di Europa

Setiap ekosistem yang masih hidup di lautan Europa mungkin sama dengan komunitas mikroba yang ditemukan dalam air asam tambang di Bumi, seperti mikroba merah terang di sungai Río Tinto di Spanyol. Mikroba yang dominan ditemukan di sana adalah toleran, bahkan cenderung menyukai lingkungan asam, yang tergantung pada besi dan sulfida sebagai sumber energi metabolik.

"Mikroba di sini telah menemukan cara menghadapi lingkungan asam," kata Pasek. "Jika kehidupan itu di Europa, Ganymede, dan bahkan mungkin Mars, yang mungkin benar-benar menguntungkan," lanjutnya.

Pasek tidak berpikir kemungkinan adanya batu yang mungkin menetralkan efek keasaman di dasar laut Europa. Jika pun ada, Pasek mengatakan itu tidak cukup untuk mengurangi keasaman.

Kalsium berbasis bahan yang tulang dan kulit di Bumi dibuat untuk mudah larut di lingkungan yang asam. "Salah satu kemungkinan menarik bahwa mereka mungkin telah digunakan sebagai bahan fosfat biru tulang mereka bukan berkembang organisme besar," kata Pasek. "Jika Anda memiliki fosfat besi, Anda membuat mineral biru cukup disebut vivianite." (vvn)

Trofi Oscar Dilelang Rp 27 Miliar

Posted on 29 February 2012 | 3:13:00 PM

Trofi Oscar Dilelang Rp 27 Miliar Mengunjungi LA. Sebanyak 15 trofi Piala Oscar dilelang di balai pelelangan Nate D Sanders, di Los Angeles, Amerika Serikat. Situs BBC, Rabu, 29 Februari 2012 melaporkan nilai lelang mencapai US$ 3 juta atau Rp 27 Miliar.

Tingginya nilai trofi itu berdasarkan berbagai perubahan rancangan dari masa ke masa. Namun proses pelelangan ini diprotes oleh penyelenggara Academy Awards. Biasanya pemenang Oscar tidak menjual trofi yang diperolehnya. Pembagian hadiah di luar piala, diberikan bagi pemenang sejak 1950.

Trofi yang dilelang, termasuk penghargaan bagi film-film seperti Wuthering Heights dan Citizen Kane. Tawaran tertinggi jatuh kepada trofi yag diberikan bagi sutradara Herman Mankiewicz's, yang diperoleh pada 1941 lewat film Citizen Kane.

Pada 1999, balai pelelangan Christie's, melelang trofi milik Mankiewicz, senilai US$ 588.455 atau Rp 5,3 Miliar. Trofi milik aktor Orson Welles, di film yang sama, terjual senilai US$ 861.542 atau Rp 7,9 miliar, pada 2011.

Penghargaan kategori Best Picture, bagi film adaptasi karya Noel Coward, Cavalcade, yang diproduksi pada 1934, terjual US$ 332.165 atau senilai Rp 3 miliar.

Panitia penyelenggara Academy Awards, memberikan pernyataan. “Kami, anggota, pelaku film dan pematung (pembuat trofi), menegaskan bahwa trofi Oscar untuk dimenangkan, bukan untuk dibeli”.

“Sayangnya, aturan pelarangan penjualan bagi trofi Ocar baru dikeluarkan pada 1950, sehingga kami tidak bisa menempuh jalur hukum,” mereka menambahkan.

Perjanjian pada 1950 ditandatangani oleh para pemenang Academy Awards. Di situ disebutkan bahwa trofi hanya dapat diuangkan kembali melalui penyelenggara Academy Awards. (bbc)

Iran Siap Umumkan Hasil Program Nuklir

Posted on 13 February 2012 | 4:03:00 AM

Beberapa hari lagi, kami akan mengumumkan pencapaian terbaru kami di bidang nuklir. Program nuklir Iran telah memancing kegusaran Barat. Uni Eropa awal tahun ini menyetujui larangan impor minyak mentah dari Teheran. Embargo ini adalah dukungan terhadap sanksi terbaru AS atas program itu.

Alih-alih 'hukuman' mengejutkan itu, Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyatakan pemerintahnya akan menyiarkan hasil terbaru program nuklir mereka.

"Beberapa hari lagi, kami akan mengumumkan pencapaian terbaru kami di bidang nuklir," tegas sang presiden di tengah puluhan ribu orang, demikian laman Wall Street Journal. Massa berkumpul demi memperingati 33 tahun Revolusi Islam yang menggulingkan kekuasaan monarki pro-Barat.

Dalam pidatonya itu, Ahmadinejad meyakinkan publik tentang upaya keras kepala Iran dalam proyek pengembangan nuklir, baik untuk senjata maupun pembangkit listrik.

Iran berkeras program itu dikembangkan sebagai upaya memproduksi sendiri batang bahan bahan nuklir. Alasannya, mereka telah dilarang membeli batang-batang itu di pasar internasional. Pada bulan Januari, Iran menyatakan keberhasilan membuat batang-batang pertama.

AS baru saja menjatuhkan sanksi yang mempersempit ruang Iran dalam menjual minyak mentah, yang selama ini menyumbang 80% dari total pendapatan ekspor. Langkah itu diikuti Uni Eropa, yang mengembargo impor minyak dari Iran dan membekukan aset-aset bank sentral negeri itu.

Sementara itu, Israel percaya bahwa sanksi yang ditetapkan itu justru akan memberi keleluasaan bagi Iran menciptakan bom atom. (vvn)

Tentara Saudi Muntahkan Tembakan, Satu Demonstran Tewas

Posted on 10 February 2012 | 2:21:00 AM

RIYADH. Seorang demonstran tewas tertembak saat menggelar aksi demonstrasi di Kota Qatif, Arab Saudi, Kamis (9/2). Ia tewas setelah polisi memuntahkan peluru panas ke arah demonstran di wilayah provinsi timur Arab Saudi itu.

Para aktivis mengatakan bahwa pemrotes yang tewas tersebut adalah Munir al-Medani. Pemuda berusia 21 tahun itu tertembak di bagian dadanya. Demonstran menuntut reformasi demokratis sekaligus pembebasan para tahanan politik Syiah.

Polisi membenarkan kematian al-Medani. Mereka mengkonfirmasi bahwa penembakan dilakukan sebagai respon atas tembakan yang dilancarkan sejumlah pria demonstran bersenjata yang tidak teridentifikasi.

Sementara itu, situs-situs oposisi di Saudi mengatakan bahwa setidaknya enam orang demonstran lainnya terluka dalam peristiwa penembakan oleh polisi tersebut. Sejumlah foto dan video yang diunggah secara online menunjukkan seorang pemuda yang diidentifikasi sebagai al-Medani itu sedang berlumuran darah.

Sedangkan, seorang juru bicara polisi di Provinsi Timur selanjutnya mengatakan pada kantor berita negara bahwa penembakan itu menewaskan seorang dan melukai tiga orang lain.

"Sebuah patroli pasukan keamanan memperoleh tembakan serangan yang parah dari pria-pria bertopeng ketika pasukan tersebut sedang menjalankan tugas mereka di daerah al-Shwaika, Qatif," kata juru bicara itu. "Satu diantaranya tewas sebelum sampai rumah sakit." (bbc)

Aneh, Lucu dan Menarik

Berita Aneh, Lucu dan Menarik Lainnya »