Headlines News :
Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Google Siapkan Android Key Lime Pie?

Posted on 05 March 2012 | 9:03:00 PM

Google Siapkan Android Key Lime Pie? Google baru saja meluncurkan Android versi 4.0, atau yang dikenal dengan nama Ice Cream Sandwitch (ICS). Kehadiran ICS pun disambut baik, sejak Google memperkenalkannya pertama kali di perangkat Samsung Galaxy Nexus.

Walau ICS terbilang masih hangat, dan dinantikan untuk bisa dioperasikan di sejumlah perangkat, tapi Google dikabarkan mempersiapkan Android 5.0 Jelly Bean. Versi Jelly Bean hadir untuk melengkapi kekurangan ICS, baca di tautan ini.

Tapi Google tidak berhenti di situ. Kini, Google pun dikabarkan mempersiapkan versi terbaru setelah Jelly Bean. Versi terbaru yang disiapkan ini akan dinamakan, Key Lime Pie.

Seperti dilansir laman CNet, pemberian nama sandi Key Lime Pie dipilih sebagai rangkaian daftar menu makanan penutup yang lezat. Tampaknya Google membuat rencana untuk memperluas menu Android.

Menurut sumber dari laman The Verge, tidak ada indikasi kapan sistem operasi terbaru itu akan dimunculkan. Sumber The Verge juga tidak menyebut versi angka, apakah Key Lime Pie akan jadi Android 6.0 atau bukan.

Nama sandi Key Lime Pie melanjutkan tradisi Google dalam pemberian nama untuk Androidnya dengan mengadopsi alfabetik makanan penutup.

Versi itu adalah Cupcake, Donut, Eclair, Froyo (Frozen Yoghurt), Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean, dan Key Lime Pie.

Walaupun Ice Cream Sandwitch hanya berlaku untuk sektor mobile, Jelly Bean yang akan dirilis akhir tahun ini, diharapkan akan optimal untuk tablet. Versi Jelly Bean juga memungkinkan para vendor untuk menambahakan Android 5.0 kepada tablet berbasis Windows 8 ataupun notebook. Ini memungkinkan pengguna untuk beralih di antara sistem operasi tanpa harus memulai dari komputer.

Rumor ini disebut The Verge akan terjadi pada 2013, mengingat saat ini Google memperlambat langkah Android pada beberapa versi terakhir.

Sampai saat ini, perwakilan dari Google belum memberikan komentar lanjut terkait kabar tersebut. (vvn)

Provider Mulai Serius Garap Uang Elektronik

Provider Mulai Serius Garap Uang Elektronik Perkembangan teknologi menjadikan sistem pembayaran pun semakin canggih. Selain menggunakan kartu debit dan kartu kredit, telepon seluler kini mulai berperan menggantikan sitem pembayaran konvensional, yang berupa uang tunai.

Google mengembangkan sistem pembayaran e-payment dengan Google Wallet. Pendiri Twitter, Jack Dorsey, pun membuat Square sebagai unit pembayaran e-payment.

Tak hanya Google Wallet dan Square, provider di Indonesia pun kini mulai terlihat serius menggarap pembayaran elektronik. Salah satu provider, Telkomsel, kemudian mengatakan serius menggarap bisnis uang elektronik ini, dengan produk T-Cash.

"Telkomsel merupakan operator selular pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi dari Bank Indonesia pada tahun 2007 untuk menjalankan bisnis e-money,” kata Head of Corporate Communication Division Telkomsel, Ricardo Indra.

Indra kemudian menjabarkan, Telkomsel telah memiliki server yang dapat mengelola akun e-money. Akun ini berbeda dengan akun pulsa, yang berguna untuk aktivitas pembayaran. Untuk dapat mengakses dana di akun T-Cash, pelanggan dapat menggunakan media SMS.

“Kehadiran T-Cash sebagai alat pembayaran melalui ponsel dinilai cukup menjanjikan, karena dapat mempermudah masyarakat dalam bertransaksi secara online, cepat, mudah, dan aman,” ucap Indra.

Menurut Indra, saat ini T-Cash telah digunakan oleh sekitar 8,2 juta pelanggan. Telkomsel pun telah bekerja sama dengan lebih dari 530 merchant, dan memiliki total terminal sebanyak 32.737 unit di seluruh Indonesia.

"Kami optimis dapat terus mengembangkan bisnis e-money sebagai wujud dukungan dalam menciptakan less cash society," ujar Indra. (vvn)

Harga iPad 3 Sama dengan iPad 2?

Harga iPad 3 Sama dengan iPad 2? Apple diperkirakan akan memperkenalkan iPad 3 dalam acara khusus yang akan digelar Apple di San Francisco, Amerika Serikat, 7 Maret mendatang. Munculnya kabar ini dipantik beredarnya gambar iPad dalam undangan yang disebar Apple kepada wartawan.

Walau belum resmi diperkenalkan, namun bocoran mengenai harga iPad 3 sudah beredar di Internet. Bocoran ini pertama kali diungkap di blog teknologi 9to5Mac.

Di sebuah artikelnya, 9to5Mac yang mengutip seorang sumber anonim mengatakan struktur harga iPad 3 akan sama seperti iPad sebelumnya. Harga didasarkan pada konektivitas dan kapasitas penyimpanan.

Harga dibagi berdasarkan kriteria Wi-Fi dan Wi-Fi + 3G. Untuk konektivitas hanya Wi-Fi dengan kapasitas 16 GB dibanderol dengan harga termurah, yaitu US$499. Sedangkan untuk 32GB dihargai US$599 dan 64GB US$699.

Untuk Wi-Fi + 3G, Apple akan bekerja sama dengan dua provider, yaitu AT&T dan Verizon. Untuk kapasitas sebesar 16GB akan dibanderol seharga US$629, untuk 32GB US$729, dan 64GB US$829.

Jika benar, harga iPad3 ini bisa dibilang di luar dugaan. Sebab, harganya sama dengan harga jual iPad 2 yang dijual sekarang.

Sedangkan laman teknologi asal Taiwan, DigiTimes, menyebut Apple hanya akan memperkenalkan dua model iPad 3, yaitu versi 16GB dan 32GB. DigiTimes juga menyebut Apple akan memperkenalkan iPad 2 versi 8GB.

Sebelumnya, sejumlah bocoran di Internet telah menjelaskan spesifikasi iPad 3. Blog teknologi Apple Daily menyebut iPad 3 akan menggunakan prosesor quad core A6 dan jaringan 4G. Selain itu, iPad terbaru ini disebut akan menggunakan layar Retina Display berukuran 9,7 inci.

IPad 3 pun disebut Apple Daily akan memiliki resolusi 2048 x 1536, dan bukan 1024 x 768. Sedangkan kamera yang digunakan adalah 8 MP. Tapi 9to5Mac menyebut iPad 3 tidak akan menggunakan jaringan LTE.

Dengan kehadiran iPad 3 ini, harga iPad 2 pun diperkirakan akan jatuh. (vvn)

LAPAN: Asteroid AG5 Belum Tentu Tabrak Bumi

Posted on 04 March 2012 | 8:33:00 PM

LAPAN: Asteroid AG5 Belum Tentu Tabrak Bumi Astronom dunia, dari Badan Antariksa Eropa (ESO) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kini sedang memusatkan perhatian pada pergerakan sebuah asteroid yang besarnya sedikit lebih panjang dari lapangan bola. Namanya, Asteroid 2011 AG5.

Batu raksasa itu diperkirakan bisa menabrak Bumi pada 5 Februari 2040, 28 tahun lagi. Peluangnya 1:625, yang terbesar yang pernah ada. Jika menghantam kota yang berpenduduk padat, niscaya petaka yang akan terjadi. Jutaan orang bisa tewas.

Terkait itu, Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengakui, pihaknya belum melakukan penelitian khusus.

"Tim LAPAN hanya memantau kajian internasional. Karena belum ada teknologi yang canggih di Indonesia, sehingga kami hanya memantau saja," kata dia, Sabtu 3 Maret 2012.

Apalagi, penemuan obyek tersebut masih dalam jangka waktu yang sangat panjang. "Artinya jika semakin jauh obyek luar angkasa dari tahun perkiraan, maka tingkat akurasi semakin buruk. Ini menjadi probabilistik, karena ada kemungkinan menabrak tapi belum tentu menabrak," kata dia.

Profesor riset Astronomi-Astrofisika itu menerangkan, ada suatu batas tertentu bahwa asteroid yang melintas bumi merupakan obyek yang diwaspadai. Namun meski melintas bumi, belum tentu lintasannya tersebut membahayakan bumi.

Penelitian di tahun 1990-an menjadi contoh kasus. Saat itu diperkirakan Komet Swift-Tuttle akan menabrak Bumi pada tahun 2126. "Namun dengan data terbaru dapat disimpulkan bahwa bumi dalam kondisi aman meski komet tersebut akan melintas bumi," kata dia.

Thomas meminta, masyarakat tak perlu khawatir berlebih. "Karena berita perkiraan tabrakan Asteroid belum bisa dipastikan 100 persen. Mungkin saja orbit asteroid dapat melenceng akibat gangguan planet-planet besar," kata dia.

Meski tak secanggih NASA atau ESO, LAPAN juga mengikuti perkembangan informasi obyek dekat Bumi yang berpotensi membahayakan.

Salah satu alasannya, Indonesia pernah kejatuhan asteroid. Asteroid besar pernah meledak di teluk Bone di Sulawesi pada tahun 2009. Saat itu, asteroid memasuki atmosfer padat bumi dengan perkiraan jarak 10 meter dari permukaan bumi dan menimbulkan ledakan. "Saat itu juga telah disiapkan alat pemantau nuklir yang mendeteksi asteroid hingga ketinggian 30 km sebelum asteroid bersinggungan ke bumi," tambah dia. (vvn)

Jaringan NASA Dibobol dari China

Posted on 03 March 2012 | 8:20:00 PM

Jaringan NASA Dibobol dari China Sebanyak 13 jaringan utama berhasil ditembus. Bisa membahayakan keamanan AS. Badan Angkasa Luar Amerika Serikat (NASA) telah mengungkap sejumlah insiden peretasan sistem oleh para hacker. Sebanyak 13 jaringan utama berhasil ditembus. Ini tindakan kriminal yang membahayakan sistem keamanan nasional Amerika Serikat.

Inspektur Jenderal NASA, Paul Martin menyatakan, pihaknya menemukan, pembobolan oleh hacker ini terjadi sejak November tahun lalu melalui jaringan internet di Cina, yang menembus jaringan Laboratorium Jet Propulsion. Untuk diketahui, Jet Laboratorium Propulsion, sedang mengelola 23 pesawat angkasa untuk melakukan misi ke planet Jupiter, Mars dan Saturnus.

Dia mengatakan bahwa hacker mendapatkan sistem akses lengkap, yang memungkinkan untuk melakukan perubahan, menyalin data, atau menghapus dokumen penting, dengan membuat data baru dan memasukkan semua data yang memungkinkan akan adanya pencurian data NASA lainnya. Hacker ini juga mampu menyembunyikan identitas untuk menyembunyikan aksinya ini.

Seperti yang diungkapkan Martin, bahwa penyusup tersebut, dikaji telah memanfaatkan semua data yang penting, dan memberikan kesempatan 'pembajak' lain untuk masuk ke dalam akses ini.

Dalam serangan lain pada tahun lalu, penyusup mencuri lebih dari 150 sistem NASA. Martin mengatakan bahwa kantornya mengidentifikasi bahwa ribuan sistem keamanan komputer di lembaga tersebut pada tahun 2010 dan 2011.

Dia menambahkan bahwa NASA bergerak terlalu lambat untuk mengenkripsi atau mengacak data pada laptop dan komputer untuk melindungi informasi penting di dalamnya agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

Sementara, Juru Bicara NASA mengatakan kepada Reuters mengatakan bahwa pada hari Jumat, lembaga telah mengimplementasikan rekomendasi untuk pembuatan perlindungan jaringan oleh lembaga inspektur umum. "NASA menanggapi isu keamanan jaringan komputer ini dengan sangat serius, dan tidak ada yang dapat disampaikan saat operasi di stasiun luar angkasa internasional dalam keadaan bahaya karena adanya pencurian data," ujar Michael Cabbagehe, juru bicara NASA.

Angkatan Udara Membatalkan Pembelian iPad

Angkatan Udara Amerika Serikat, pada Jumat lalu mengatakan bahwa pihaknya telah membatalkan rencana untuk ribuan paket untuk para anggotanya dengan fasilitas iPad komputer tablet generasi kedua dari perusahaan Apple, namun pihak Amerika membantah hal tersebut karena perangkat lunak ini juga diinginkan digunakan ke dalam jaringan mobile phone yang juga dikembangkan oleh Rusia.

Dua hari lalu, situs berita Nextgov menyatakan bahwa sekitar 2.861 iPad akan dilengkapi aplikasi GoodReader, yakni program dokumen elektronik yang dikembangkan oleh Rusia.

Perangkat ini dapat digunakan untuk menyimpan dan memperbarui informasi penerbangan, peraturan dan perintah, serta pengadaan dokumen lain.

"Pembatalan ini bukan kekhawatiran yang disebabkan oleh GoodReader," ujar Matt Durham, juru bicara Komando Operasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat.

Dia mengatakan pembatalan pada minggu ke-enam diikuti keputusan untuk pengadaan yang seharusnya tidak dibiarkan sebagai bisnis yang kecil.

Para anggota militer dan pemerintah telah menempatkan peningkatan untuk menguatkan 'rantai keamanan' dan memastikan bahwa perangkat keras, perangkat lunak dan semua komponen tidak dapat 'dibobol' oleh bangsa lain.

Hal ini sebagai tantangan karena begitu banyak komponen datang dari negera luar. Bahkan perusahaan-perusahaan Amerika sering mengajukan kontrak untuk program kerja dengan bangsa lain.

Mike Jacobs yang memimpin program keamanan nasional untuk perangkat di Amerika Serikat, mengatakan bahwa dia telah menggagalkan beberapa jaringan lunak yang terenkripsi dalam sebuah kode dalam hitungan detik setelah pemasok perangkat lunak untuk Amerika Serikat mempelajari beberapa kode kecil buatan Rusia. (sj)

Android Dominasi Pameran Ponsel Dunia

VIDEO: Android Dominasi Pameran Ponsel Dunia Setiap harinya ada sekitar 850 ribu gadget yang mengaktifkan sistem operasi Android. Sistem operasi Android besutan Google mendominasi pameran World Mobile Congress yang digelar di Barcelona, Spanyol. Ratusan perangkat mobile seperti tablet dan smartphone yang dipajang di pameran ini rata-rata mengusung sistem operasi Android.

Google mengklaim setiap harinya ada sekitar 850 ribu gadget yang mengaktifkan sistem operasi berlogo robot hijau itu. Statistik pengguna Android juga cukup mencengangkan. Sejak pertama kali diluncurkan, Android yang ber-platform gratis ini setidaknya telah digunakan oleh lebih dari 300 juta pengguna di seluruh dunia.

Aplikasi Android juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam setahun terakhir ini. Jumlah aplikasi berbasis Android meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar 450 ribu aplikasi.

Dalam pameran World Mobile Congress, Google juga memperkenalkan Ice Cream Sandwich versi terbaru Android dengan performa yang lebih baik. Pameran ini memang dimanfaatkan oleh sejumlah produsen besar ponsel dan tablet untuk memperkenalkan produk terbaru mereka sebelum dilepas ke pasaran.

Samsung misalnya meluncurkan produk Galaxy Tab versi terbarunya. Pabrikan asal Korea lain, LG, muncul dengan Optimus Vu, gadget keluaran terbarunya yang memadukan fitur tablet dan smartphone. Produsen lain yang mencoba peruntungannya dalam pasar komputer tablet adalah Motorola yang hadir dengan Zoom 2.

Sayangnya raksasa komputer asal Amerika Serikat, Apple, tidak hadir dalam pameran ini. Apple dikabarkan tengah menyiapkan pelucuran Ipad 3 yang diprediksi akan memiliki fitur dan kecanggihan melebihi produk-produk pendahulunya. (vvn)

Ilmuwan: Ada Peluang Hindari "Kiamat" 2040

Ilmuwan: Ada Peluang Hindari Kiamat 2040 Asteroid 2011 AG5 diperkirakan menabrak Bumi pada 5 Februari 2040. Para ilmuwan mengeluarkan peringatan ada ancaman dari angkasa luar: asteroid sepanjang 460 kaki atau 140 meter, sedikit lebih panjang dari lapangan bola, bisa membahayakan Bumi dan umat manusia.

Para ahli yang waspada, terus mengawasi pergerakan batu angkasa yang diberi nama 2011 AG5. Skrenario terburuk, ia akan menabrak Bumi pada 5 Februari 2040, 28 tahun lagi.

Seberapa besar ancaman bagi Bumi? Selain ukurannya, para ilmuwan belum yakin soal komposisi asteroid itu, apakah padat atau justru kopong. Namun, setelah mengobservasi orbitnya, mereka mengkalkulasi, ada peluang 1:625 batu raksasa itu menyenggol Bumi. "2011 AG5 adalah obyek yang saat ini memiliki kemungkinan terbesar menabrak Bumi," kata Detlef Koschny dari Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency, seperti dimuat The Week. Asteroid itu pertama kali terlihat pada Januari 2011, sejak saat itu ilmuwan baru mengamati setengah dari orbitnya mengelilingi Matahari. Para ahli baru akan mendapatkan peluang untuk mengamatinya lebih baik, tanpa terhalang, pada September 2013, dan kemudian pada November 2005.

Saat itulah, para astronom akan mendapat data-data penting soal batu angkasa ini, yang bisa dijadikan bahan untuk mengeluarkan prediksi yang lebih akurat pergerakan 2011 AG5 di masa depan. Kepala Laboratorium Jet Propulsion NASA, Donald Yeomans mengatakan, "kami berharap peluang asteroid itu menabrak Bumi turun, bahkan mendekati nol."

Meski ukurannya tak sebesar batu angkasa yang memusnahkan spesies Dinosaurus 65 juta tahun lalu, para ilmuwan tak menganggap remeh asteroid ini. NASA telah menempatkannya dalam obyek benda dekat Bumi yang harus diawasi. Asteroid ini bahkan jadi agenda pembicaraan penting dalam pertemuan Komite Sains PBB atau United Nations Scientific and Technical Subcomittee awal bulan ini di Wina.

Sebab, jika asteroid itu lolos dan menabrak sebuah kota, niscaya jutaan nyawa akan melayang.

Banyak Observasi

Lalu, bagaimana caranya untuk terhindar dari "kiamat kecil" yang bisa ditimbulkan asteroid itu?

Para ilmuwan sedang mempertimbangkan segala macam rencana jangka panjang. Jika mereka punya cukup waktu, mungkin akan dikirim pesawat dengan roket pendorong atau bahan peledak, untuk mengalihkan orbit asteroid itu.

"Namun, untuk saat ini, jangan khawatir," kata Donald Yeomans. "Intinya: kita masih punya banyak waktu."

Dia menambahkan, hal yang paling masuk akal dilakukan saat ini adalah melakukan lebih banyak observasi. "Untuk menunggu dan mengamati."

Selama ini, banyak asteroid yang berkeliling di tata surya bagian dalam. Salah satunya adalah asteroid 2005 Yu55 yang melintas dekat Bumi dalam jarak 325.000 kilometer, lebih dekat dari jarak Bulan ke Bumi.

Selain pernah dihantam asteroid raksasa 65 juta tahun lalu, yang jatuh di Semenanjung Yucatan di tenggara Meksiko yang menyebabkan kepunahan massal, juga ada asteroid yang lolos ke Bumi pada 1908 lalu.

Asteroid itu memicu ledakan misterius yang diduga kedahsyatannya mencapai 1.000 kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima itu, menghantam sebuah hutan di wilayah Tunguska, pedalaman Siberia, Rusia.

Ledakan maha dahsyat pada pukul tujuh pagi waktu setempat itu, menghanguskan 80 juta batang pohon seluas 830 mil persegi. Disebutkan pula sebanyak 80 juta pohon terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa. Karena lokasi ledakan jauh dari pemukiman. (ren)

Laptop Berisi Kode Rahasia NASA Dicuri

Posted on 02 March 2012 | 8:07:00 PM

Laptop Berisi Kode Rahasia NASA Dicuri Berisi kode komando dan perintah untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional. Membahayakan?

Kasus pencurian komputer jinjing (laptop) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang terjadi tahun lalu ternyata tak main-main. Sebab, laptop tersebut tak terenkripsi dan berisi data superpenting: kode komando dan perintah untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station).

Demikian diungkap Inspektur Jenderal NASA, Paul K Martin kepada parlemen Amerika Serikat Ia menceritakan, laptop tersebut dicuri pada Maret 2011, "yang mengakibatkan hilangnya algoritma" yang digunakan untuk mengontrol stasiun luar angkasa internasional. Laptop ini, ujar Martin, adalah satu dari 28 komputer jinjing milik NASA dan perangkat selular yang dicuri dalam kurun waktu April 2009 sampai April 2011.

Beberapa kasus pencurian mengakibatkan kebocoran data sensitif, termasuk dokumen kontrol, data pribadi, dan kekayaan intelektual pihak ketiga. Juga nomor rahasia jaminan sosial dan data program Constellation and Orion NASA.

Jumlah pencurian faktual diperkirakan jauh lebih tinggi dari yang terdata. Sebab, untuk mendata jumlah pencurian, NASA bergantung pada laporan para pegawainya.

Apakah pencurian Laptop membahayakan stasiun luar angkasa internasional?

Dalam sebuah surat elektronik pada situs SecurityNewsDaily, petugas urusan publik NASA, Trent Perrotto mengatakan, pencurian laptop pada 2011 tidak membahayakan operasi stasiun luar angkasa internasional.

"NASA telah membuat kemajuan signifikan untuk memproteksi sistem IT, dan dalam proses implementasi dari rekomendasi yang dibuat oleh Inspektur Jenderal," kata Perrotto.

Kembali ke soal pencurian, Paul K Martin menyebut, dari 47 serangan siber, 13 di antaranya telah sukses dikompromikan komputer NASA.

Serangan-serangan tersebut adalah bagian dari 5.408 insiden cybersecurity tahun 2010 dan 2011 yang mengakibatkan malware yang ditanam pada sistem yang dibuat dengan biaya sekitar US$7 juta. "Cakupan jenis insiden luas, dari individu yang ingin menguji kemampuan mereka dengan membobol sistem NASA hingga aksi kriminal terorganisasi yang ingin menyusup, meretas, demi keuntungan materi. Juga ada penyusupan yang ternyata disponsori intelijen asing," kata Martin.

Salah satu contoh kasus aksi individu dalam rangka menguji kemampuannya adalah yang dilakukan "TinKode", nama alias hacker Romania, Razvan Manole Cernainu (20) yang menyadap server komputer di NASA Goddard Space Flight Center di April 2011.

"Beberapa dari gangguan ini telah dialami ribuan komputer NASA, yang menyebabkan gangguan signifikan pada operasi misi, menyebabkan pencurian data kontrol dan data sensitif lainnya.

Pengakuan Martin menggarisbawahi kesulitan staf IT NASA untuk mengamankan laptop dan perangkat selular. Pada 1 Februari 2012, hanya 1 persen dari perangkat portable NASA yang terenkripsi.

"Sampai NASA sepenuhnya telah menerapkan solusi enkripsi data para perangkat mobile dan portable, sistem penyimpanan data tetap berisiko tinggi dicuri." (SPACE)

Kodak Jual Layanan Online-nya

Kodak Jual Layanan Online-nya Nilai penjualan disebut seharga US$ 23,8 juta, atau sekitar Rp 217 miliar. Perusahaan peralatan fotografi Eastman Kodak Co., mengaku bangkrut dan telah mengajukan perlindungan pailit ke pengadilan di Kota New York, Januari lalu. Ibarat sudah jatuh tetap tertimpa tingga, Kodak pun terpaksa menjual layanan online-nya.

Mengutip Reuters, Kodak menjual layanan online ke Shutterfly Inc. Nilai penjualan disebut seharga US$ 23,8 juta, atau sekitar Rp 217 miliar. Penawaran yang diajukan Shutterfly merupakan penawaran minimal alias yang termurah, tapi tidak ada penawaran lain yang melebihi angka ini.

Saham Shutterfly pun naik 18 persen hingga US$ 31,7 dalam perdagangan saham lanjutan, usai pembelian Kodak itu dirilis. Dalam bursa saham di Nasdaq kemarin, saham Shutterfly sendiri ditutup di angka US$ 26,91.

Usai pembelian layanan online Kodak, Shutterfly mengatakan akan segera transfer akun pelanggan dan gambar di Kodak Gallery AS dan Kanada ke Shutterfly. Tapi, pelanggan tetap memiliki opsi jika tidak mau foto mereka ditransfer.

Saat ini, Kodak sendiri diperkirakan akan fokus ke bisnis pelanggan dengan retail dan produk print rumahan.

Selama ini, Kodak Gallery merupakan layanan yang digunakan pelanggan untuk menyimpan dan berbagi gambar para pengguna, yang juga memiliki fitur kustomisasi print untuk photobooks, kartu, dan album. Kodak Gallery tercatat memiliki 75 juta pengguna.

Dengan pembelian ini, Shutterfly diperkirakan akan menambah pundi-pundinya dari pelanggan baru. Apalagi tahun lalu Shutterfly membeli perusahaan desain kartu Tiny Prints seharga US$ 333 juta, yang berhasil meningkatkan pendapatan. (eh)

Jejaring Sosial Ubah Etos Kerja dan Paradigma Jurnalistik

Posted on 18 February 2012 | 8:35:00 PM

Jejaring Sosial Ubah Etos Kerja dan Paradigma Jurnalistik JAKARTA. Penggunaan konten media sosial sebagai sumber informasi peliputan dan penulisan berita oleh jurnalis semakin marak.

Di satu sisi, kemudahan yang diberikan media sosial seperti Twitter dan Facebook sangat membantu. Namun, kebenaran dari sebuah informasi yang beredar masih harus diverifikasi ulang.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan paradigma junalistik yang berkarakter real time, kian mendekatkan interaksi antara media dan para pengguna media sosial dan jejaring sosial yang merupakan new media.

Dari survei Dewan Pers terhadap 157 jurnalis di 21 provinsi didapatkan bahwa prioritas penggunaan internet adalah sebagai sumber informasi, cek email dan berjejaring sosial. Sekitar 90 % dari responden menjawab hal tersebut.

Dari survei tersebut juga tergambar pola perilaku yang dilakukan jurnalis terhadap jejaring sosial. Sebanyak 43 % responden menjawab bahwa jejaring sosial digunakan untuk menginformasikan kegiatan kerja yang tengah dilakukan. Sementara 40 % menjawab mengunggah informasi mengenai berita menarik di organisasi media. (OL-11)

Terancam Sensor Internet, Eropa Meradang

Posted on 13 February 2012 | 3:50:00 AM

Eropa kembali bergolak. Namun, kali ini tak menyangkut krisis ekonomi yang mengekang benua itu sejak beberapa bulan terakhir. Puluhan ribu warga berunjuk rasa atas perjanjian antipembajakan (ACTA) yang ditandatangani beberapa negara pada Oktober tahun lalu.

Lebih dari 25.000 demonstran memenuhi jalanan di sejumlah kota negeri Jerman. Sementara itu, 4.000 warga menyesaki jalan-jalan utama di Sofia, ibu kota Bulgaria. Ribuan lainnya pun berdemonstrasi di Warsawa, Praha, Slowakia, Bukares, Paris, Brussel, dan Dublin. Udara dingin yang bikin beku tak lagi digubris.

Mereka menyuarakan kecemasan yang sama tentang perjanjian itu: kebebasan mengakses informasi di Internet, termasuk mengunduh lagu dan film, terancam.

"Kami tak lagi merasa aman. Internet sudah jadi salah satu ruang yang kami percaya bisa memberikan kebebasan," tegas seorang demonstran seperti dikutip dari Reuters.

Pada Oktober lalu, pemerintah dari delapan negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat, sepakat menandatangani kerja sama demi mencegah pelanggaran hak cipta dan merk dagang. Banyak pihak menganggap langkah itu dilakukan demi mempercepat pemberlakukan ACTA.

"Mengorbankan kebebasan hanya untuk melempangkan jalan melindungi hak cipta sungguh tak dapat diterima," kata pemimpin Partai Hijau di Jerman, Thomas Pfeiffer. Ketakutan Pfeiffer masuk akal sebab Jerman, dan banyak negara Eropa Timur, punya trauma sejarah terhadap sensor yang pernah begitu kuat membelenggu mereka di masa lalu.

ACTA bertujuan mengantisipasi pencurian merk dagang serta pembajakan di ranah maya. Kesepakatan multinasional itu bertujuan membuka jalan bagi terciptanya standar internasional bagi perlindungan kekayaan intelektual.

"Kami tak mau ACTA berlaku. Kami punya hukum sendiri. Kami tak butuh kesepakatan internasional," dengus seorang pengunjuk rasa di Sofia, Yanko Petrov. (adi)

Google Dinobatkan sebagai Perusahaan Terhijau

Posted on 10 February 2012 | 1:52:00 AM

Greenpeace tidak memasukkan Apple dalam kriteria perusahaan hijau.

Google dinobatkan oleh Greenpeace sebagai perusahaan terdepan dalam penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Pencapaian tersebut menggeser perusahaan besar di bisnis jaringan, Cisco.

Lembaga kampanye lingkungan ini mengatakan Google telah naik ke puncak klasemen berkat investasi unggulan di proyek energi terbarukan. Selain itu, Google memberikan dukungan yang vokal untuk kebijakan energi AS yang bersih dan upaya Uni Eropa guna meningkatkan ambisi mencapai target perubahan iklim.

Menariknya, Greenpeace tidak memasukkan Apple dalam kriteria ini. “Apple tidak menunjukkan kepemimpinan dalam mendorong solusi energi IT, seperti banyak perusahaan lain, meski rekor keuntungan dan cadangan kas mereka besar,” kata Greenpeace dalam pernyataannya.

Facebook juga belum masuk dalam daftar itu. Tapi, Greenpeace mengonfirmasi bahwa Facebook akan masuk dalam daftar ini tahun depan, setelah situs jejaring sosial raksasa itu mengumumkan keikutsertaan dalam kampanye energi terbarukan pada akhir tahun lalu.

Analisis dari Greenpeace Internasional IT, Gary Cook, mengatakan bahwa 21 peringkat perusahaan global teknologi menyoroti peran krusial perusahaan IT dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Teknologi besar mempunyai kesempatan nyata untuk menggunakan kekuatan mereka dan pengaruh untuk mengubah bagaimana memproduksi serta menggunakan energi,” ujarnya.

Cook mengatakan, Google menjadi pemuncak karena menyisihkan uangnya untuk memompa investasi energi terbarukan.

“Sektor TI mungkin ingin mempertimbangkan pikiran ke depan, tetapi itu sangat tak terdengar. Sementara itu, industri energi kotor terus menggunakan pengaruh yang tidak semestinya pada proses politik dan pasar keuangan,” katanya.

Dalam peringkat, Google mengalahkan Cisco yang turun di peringkat kedua, dan Ericsson serta Fujitsu berada di posisi ketiga.

Dell juga menuai pujian, karena lebih dari seperlima energinya untuk energi terbarukan. Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Jepang, Softbank, juga disoroti berkat perannya dalam permintaan pergantian ke arah tenaga terbarukan setelah bencana Fukushima.

Perusahaan bisnis software raksasa, Oracle, menerima peringkat terendah dalam daftar perusahaan, terutama dalam hal menolak untuk menyampaikan informasi penggunaan energi karbon maupun energi terbarukan.

Cook terus mendesak perusahaan IT untuk menggunakan status mereka sebagai inovator, agar mengatur investasinya dalam teknologi terbarukan dalam model bisnis mereka.

“Industri IT harus menggunakan pengaruhnya, semangat inovasi, dan mengetahui teknologi bagaimana untuk mengatasi perusahaan energi kotor yang mempertahankan statusnya,” ucap Cook. “Banyak perusahaan yang banyak bicara, tapi sejauh ini sedikit aksi.” (art)

Aneh, Lucu dan Menarik

Berita Aneh, Lucu dan Menarik Lainnya »